LP3M INVESTA

Tentang Edukasi Investor Oleh Pialang Saham

Sahabat investor,

Revisi Peraturan BEI Nomor III.A yang antara lain mewajibkan anggota bursa untuk menyeleanggarakan edukasi bagi para nasabahnya, sungguh membuat saya senang. Saya menyambutnya sebagai hadiah bagi saya pribadi.

Sejak masih sebagai eselon II di Bapepam, 33 tahun lalu, saya telah bicara puluhan – bahkan ratusan – kali, telah menulis ratusan – bahkan ribuan – kali bahwa sebuah perusahaan pialang “acting as an agent”. Mengambil upah dari pelayanannya kepada nasabah.

Biarlah kalimat basi ini dituliskan kembali. Pialang minimal mengemban tiga fungsi utama: create market, first line filter and educate clients. Dua fungsi pertama, tentu saja mereka jalankan. Tangan gaib. Karena dari situ mereka memperoleh pendapatan. Tapi fungsi edukasi, selama puluhan tahun, mereka anggap semata pos biaya. Lalu hanya mereka lakukan sekedar proforma. Investor gathering, solisitasi, lalu dibujuk buka rekening.

Jangankan edukasi. Pemenuhan prinsip know your customer (KYC) saja, sering dilakukan sekedar memeriksa kartu identitas calon nasabah plus nomor rekening bank.

Pangkal soal, sejatinya, terletak pada state of mind para investor itu sendiri, yang selalu mencari keuntungan instan. Lalu anggota bursa memberikan layanan yang bisa memberikan mereka pendapatan instan pula

Padahal, seperti ratusan kali saya tulis, kualitas bursa saham, pada akhirnya, ditentukan oleh well-informed investors. Teknologi, digitalisasi telah mampu membuat transaksi dilakukan dengan mudah, cepat, efisien dan aman. Namun edukasi tidak pernah mengenal jalan pintas. Belajar adalah kegiatan on going, endless process. Dari buaian sampai ke liang lahat. Tidak terkecuali belajar di bidang investasi

Edukasi, bila dijalankan dengan betul, paling tidak pelan pelan akan mengubah dua hal. Pertama, mengubah mental “judi” investor menjadi mental investasi. Pada gilirannya menentukan market efficiency. Kedua, merit sebuah perusahaan pialang, tidak semata diukur dari nilai transaksi, jumlah nasabah dan keuntungan finansial yang diperoleh, tapi juga dari kemampuan mereka menciptakan investor-investor handal, yang well educated, well-trained, well-informed.

Pialang dengan orientasi instant revenue pelan pelan akan ditinggalkan nasabah. Semoga!!!

Tulisan Oleh Mentor INVESTA (Bp. Hasan Zein Mahmud)

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment