LP3M INVESTA

Saham Blue Chip yang sudah Bervaluasi Murah, Bagaimana Prospeknya ?

Banyak investor yang lebih memilih saham kategori Blue Chip (BC) dengan mempertimbangkan faktor fundamental yang bagus dan resiko yang rendah.
Memang rerata saham BC selalu bisa mencetak laba dan membagi deviden setiap tahunnya.
Jika yang diharapkan adalah deviden maka pilihan saham kategori BC ini tidak salah, namun jika yang diharapkan adalah capital gain rasanya perlu diperbandingkan dengan saham yang non Blue Chip.

Faktanya beberapa saham BC secara Year To Date (YTD) justru mengalami penurunan harga yang signifikan.
Dari sisi kegiatan bisnis, tentu juga mengalami siklus apapun jenis usahanya, ada yang tumbuh dan ada pula yang menurun sehingga akan berdampak pada kinerja perusahaannya.

Hal tersebut berpengaruh terhadap harga saham kategori Blue Chip dibursa, sebagai contoh saham berkode UNVR yang secara YTD turun 47%, saham SMGR turun 34%, saham HMSP turun 32%, saham GGRM turun 22%. saham ASII turun 9%, saham INDF turun 8%, saham INTP turun 31%.
Rerata kinerja emiten tersebut memang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Lantas bagaimana dengan prospek kedepan emiten-emiten tersebut? Masih layakkah sebagai pengisi portofolio investasi?
Bagi investor beraliran fundamentalis maka penurunan harga saham kategori BC tersebut sudah “menyesuaikan” fundamentalnya dan menurut saya sudah pada tingkat yang wajar secara valuasi ratio keuangan termasuk murah sehingga resiko penurunan sudah semakin terukur dan relatif tidak besar.

Saya kira para manajemen emiten sudah menyadari tentang penurunan kinerja perusahaan dengan berbagai penyebabnya serta sudah menemukan bagaimana upaya aga bisa recovery.
Siklus bisnis adalah hal yang biasa dalam dunia usaha dan ada kesempatan untuk bisa kembali membaik jika dilakukan secara benar.

Sehingga saat ini sudah layak mulai kembali mengakumulasi beberapa saham kategori BC tersebut untuk program investasi jangka menengah panjang.
Tentu dengan tetap mengikuti perkembangan kinerjanya secara periodik dan langkah-langkah manajemen selanjutnya.
Potensi rebound lebih besar dibanding resiko penurunan harganya saat ini.
Apalagi jika pandemi sebagai salah satu penyebab penurunan kinerja bisa terus membaik.

Beberapa target harga akhir tahun 2021 ini untuk saham:
UNVR target 4200
SMGR target 9000
HMSP target 1200
GGRM target 33200
ASII target 5700
INDF target 6500
INTP target 11500

Disclaimer.

Salam
Hari Prabowo.

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment