LP3M INVESTA

Lebih Cepat belum tentu Menang, dan Lambat belum tentu Kalah

Di luar prediksi saya kemarin ternyata setelah sempat “menghijau” IHSG di sesi pertama dan menembus 6230 ternyata balik arah dan menyeberang kejalur “merah” turun 0,46% ditutup di level 6166.
Pergerakkan IHSG saat ini memang sangat fluktuatif, sulit ditebak arahnya, semakin banyak faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari eksternal maupun internal.

Namun jika dilihat dari bursa global kemarin yang rerata menguat, kemungkinan justru faktor internal yang lebih punya pengaruh terhadap tekanan IHSG.
Berita yang terbaru kemarin adalah;

  1. Kebakaran tangki minyak Pertamina di Balongan
  2. Terjadinya bom bunuh diri di Makassar.
  3. Terbatasnya vaksin untuk covid-19 yang dikhawatirkan mempengaruhi program vaksinasi.
  4. Rontoknya laba beberapa perusahaan konstruksi BUMN

Penurunan IHSG kemarin dimulai dari anjloknya saham BBCA yang semula sempat menguat dilanjutkan tertekannya saham BUMN sektor tambang dan konstruksi.
Saham ANTM dan TINS yang akhir pekan kemarin menguat signifikan kemarin turun drastis bahkan sempat ARB.

Yang menarik malah saham-saham tidur bangun dan naik signifikan antara lain DGIK POLY SDPC KBLI yang sebelumnya tidak likuid.
Belum jelas penyebab kenaikan saham tidur tersebut, jika dilihat dari fundamentalnya sih belum ada perkembangan yang bagus.
Apakah akan ada aksi korporasi ? Belum ada berita yang bisa dipakai rujukan. Semoga bukan “gorengan” semata untuk mencari korban-korban baru.

Kita cermati kondisi hari ini dengan dengan seksama.
Di trading saham ini bisa saya sampaikan moto “LEBIH CEPAT BELUM TENTU MENANG, DAN LAMBAT BELUM TENTU KALAH”
Prinsipnya semua harus dipertimbangkan lebih dulu.

Selamat trading

Salam
Hari Prabowo.

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment