LP3M INVESTA

Habis Gelap, Terbitlah Cuan

Sepanjang tahun 2019 ini rata-rata investor mengalami masa sulit mendapatkan rejeki dari investasinya di bursa saham. Ini juga tercermin dari posisi IHSG secara year to date (tahun berjalan) hanya tumbuh 0,89%.
Kalau dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kita yg masih diatas 5%, suku bunga yg bergerak turun dan nilai rupiah yang stabil memang sepertinya tidak nyambung.

Apalagi jika kita bandingkan dengan bursa global yang rerata naik cukup signifikan termasuk sang “lokomotif” bursa dunia DOW bahkan tahun ini mencapai record tertingginya.


Lantas apa salah dan dosa bursa kita?

Namun dari sisi lain ada juga beberapa pendapat misalnya karena akibat perang dagang USA dan CHINA, tanda-tanda resesi dan lainnya.
Semua analisa dan pendapat itulah yang akhirnya mencerminkan kekuatan pasar kita.

Jadi bagaimana dengan ramalan saya bahwa IHSG akan ditutup akhir tahun ini antara 6325 – 6350 ?
Tentu saya masih optimis sekalipun waktu perdagangan tinggal beberapa hari lagi.
Walau ramalan tapi saya tentu memperhatikan beberapa faktor termasuk adanya kemungkinan Window Dressing.

Saat ini IHSG di level 6249 jadi butuh 100 poin lagi menuju 6350 dan ini buat bursa tidaklah begitu sulit.
Kemungkinan yang paling bisa dilakukan adalah mendorong beberapa harga saham blue chip keatas sudah bisa memperoleh beberapa poin yang dibutuhkan.

Adapun saham-saham BBRI, INTP, HMSP, BBNI, BBCA, ASII, TLKM, GGRM, dan UNVR SMGR sudah cukup untuk mendorong mencapai 100 poin.
Nah, siapa yang akan mulai mendorong? dan kapan itu? Marilah kita tonton bersama dan sebagai investor tentu tidak hanya menonton tapi ambil peluang jika ada niat dan mantap.

Dan yang selalu saya ingat setiap periode tahun sulit biasanya tahun berikutnya IHSG akan melejit mengejar ketinggalan.
Dengan prediksi tersebut maka kita harapkan tahun 2020 nanti kondisi bursa akan lebih baik.
Selamat tinggal masa suram dan semoga cuan segera datang.

Salam
Hari Prabowo

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment