LP3M INVESTA

Perusahaan BUMN, Mana Nilai Lebihnya ? (Kasus Jiwasraya)

Banyak masyarakat dalam hal memilih menggunakan jasa Perusahaan BUMN rata-rata dengan alasan keamanan atas suatu resiko.
Mereka menganggap jika perusahaan BUMN itu lebih aman, lebih baik tata kelola perusahaannya, manajemen nya maupun modalnya.

Dengan demikian masyarakat merasa “aman” kemungkinan terjadi kegagalan itu sangat kecil.
Andaikata terjadi kegagalan pun masyarakat berpikir pasti Pemerintah turun tangan untuk menyelamatkan kepentingan masyarakat.

Inilah nilai lebih atas suatu “kepercayaan” masyarakat terhadap Perusahaan BUMN.
Jadi sangat dilematis kalau sampai Asuransi Jiwasraya yang milik Negara ini sampai dibiarkan merugikan nasabahnya selagi saat ini terjadi gagal bayar.

Kepentingan investor harus diutamakan, apalagi ini kesalahan manajemen Jiwasraya dalam mengelola dana nasabah.
Apapun alasannya, apakah alasan kondisi pasar atau karena trik-trik tertentu manajemen Jiwasraya itu masalah internal sehingga tidak boleh nasabah dibiarkan begitu saja.

Nasabah akan cukup paham saya kira bila saja memang hasil investasinya turun karena nilai portfolionya juga turun, tapi bukan berarti tidak bayar.
Ini pun perlu dilihat perjanjianya produk yang ditawarkan pihak Jiwasraya.

Prinsipnya Pemerintah melalui Kementrian BUMN harus punya tanggung jawab atas dana nasabah.
Bahwa kesalahan itu terjadi karena tindakan manajemen itu adalah urusan internal perusahaan dan perlu dilakukan investigasi ke dalam namun nasabah harus terlindungi.

Bagaimana peran OJK ? Lembaga ini juga harus berperan aktif menjaga kepentingan investor.
Pengawasan adalah pekerjaan yang amat penting supaya tidak terjadi permasalahan yang merugikan masyarakat investor.
Lemahnya pengawasan inilah yang kadang menjadi “peluang” pihak manajemen perusahaan mekakukan trik-trik kegiatan usaha yang kadang aneh-aneh dan bisa merugikan pemilik dana.

Untuk menjaga “nilai lebih” perusahaan BUMN agar tetap terpercaya maka nasabah harus diselamatkan, bahwa yang salah harus dikenakan sanksi itu masalah internal.

Tentang kemungkinan “benang merah” kasus Jiwasraya dan terakhir juga perusahaan Asset Manajement yang mengeluarkan produk Reksadana yang mengalami penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) secara drastis akan saya ulas tersendiri.

Salam
Hari Prabowo

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment