LP3M INVESTA

Modus Bandar Mengeruk Dana Investor (Ulasan Pertama)

Investasi di Pasar Modal sejatinya sudah diatur melalui Undang Undang no 8 th 1995 dan beberapa peraturan Pemerintah, OJK, BEI dan lembaga lain seperti KPEI dan juga KSEI.
Ini menandakan bahwa investasi ini selain mengatur apa yg seharusnya dilakukan tetapi juga mengatur larangan dan sangsinya jika ada pihak-pihak yang melanggar Undang-undanf dan Peraturan tersebut.

Beberapa waktu terakhir ini kita banyak membaca berita tentang dana yang diinvestasikan oleh investor baik perorangan maupun institusi mengalami penurunan nilai sampai gagal bayar oleh Manajer Investasi atau Pihak pengelola dana.

Bahwa investasi di Pasar Modal ini memang mempunyai karakter “Hingh Return dan High Risk” atau mempunyai harapan hasil yang tinggi tetapi juga mengandung resiko yang tinggi pula, ini selayaknya sudah dipahami oleh para investor sebelum berinvestasi.

Pada kesempatan ini saya ingin membahas mengenai Resiko investasi khususnya resiko yg bukan resiko pasar.
Jelasnya resiko dari ulah pihak yg sering diistilahkan BANDAR, karena dalam perdagangan saham banyak pihak yang terlibat dan sulit kita membedakan mana kategori Bandar dan mana yang bukan.

Dalam menjalankan aksinya Bandar memanfaatkan semua peraturan yg ada sehingga sekilas tidak ada yg dilanggar sehingga semua berjalan normal- normal saja dalam transaksi perdagangan di bursa.
Namun bagi pelaku pasar yang sudah berpengalaman akan bisa merasakan hal-hal yang “aneh dan ganjil” mulai dari melakukan order sampai cara meramaikan transaksi baik beli maupun jual sehingga menciptakan frekuensi yang tinggi.

Bandar sebenarnya bekerja tidak sendirian, mereka membuka rekening dibeberapa broker dengan menggunakan beberapa nama sehingga sulit membuktikan “transaksi pasar semu” yang sebenarnya melanggar Undang-undang dan peraturan yg ada.
Nama-nama “aspal” tersebut dikendalikan oleh Bandar yg sama dalam menjalankan transaksi.

Disini targetnya adalah menjebak investor lain untuk masuk dalam suatu transaksi saham tertentu yg merupakan target Bandar
Biasanya saham tersebut dari suatu emiten yang juga punya afiliasi atau kerjasama dengan sang Bandar.

Perhatikan saja dalam suatu transaksi saham ada transaksi yang begitu ramai dengan frekuensi yg tinggi tapi sebenarnya brokernya itu-itu saja secara bergantian dalam beberapa hari.

Inilah salah satu cara Bandar menjalankan modusnya.
Masih ada modus-modus lain yang lebih sadis dan ujungnya merugikan investor.

Pada kesempatan lain saya akan tulis kembali modus bandarmologi semoga bermanfaat bagi para investor khususnya member Komunitas Investa.

Salam
Hari Prabowo

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment