LP3M INVESTA

Harga Saham EAST anjlok, Koleksi atau Cutloss?

Banyak komen dan pertanyaan di grup Investa Premium tentang anjloknya saham EAST kemarin (minus 8%) ditutup harga Rp. 98 dengan harga perdana Rp. 133 per saham yang belum genap 6 bulan.

Saya memang pernah mengulas saham EAST ini beberapa waktu ketika harganya mulai turun di bawah harga perdana, padahal pernah mencapai harga tertinggi Rp. 240.

Saya bukan dewa yang selalu benar dalam memprediksi harga saham tentu bisa salah juga seperti prediksi saham EAST ini. Perlu diingat, jangka waktu target harga masih sampai bulan Januari 2020 bersamaan dengan mulainya penebusan Waran yang seharga Rp. 190 per saham.

Prediksi saya tentang saham EAST mendasarkan ada Fundamental dan Prospek, dan saya telah membandingkan hal ini dengan sektor yg sejenis, dan dari rasio keuangan EAST ini sangat baik dari PER, PBV, GPM, Laba usaha dan lain-lain.

Lantas kenapa harga bisa anjlok? Inilah “seninya” harga saham di bursa, bahwa harga saham tidak hanya dipengaruhi Fundamental saja tetapi banyak hal yang mempengaruhinya.
Lihat saja ada emiten yang merugi pun harga sahamnya malah bisa naik.

Menurut pendapat saya anjloknya harga saham EAST ini antara lain:

  1. Saham ini dilepas di pasar memang tanpa “market maker” alias tidak ada yang menjaga atau menstabilkan bahasa populernya sehingga harga terbentuk atas kekuatan pasar murni.
  2. Emiten memang hanya punya satu tempat usaha hotel yaitu di Yogya sehingga perusahaan hanya bertumpu pada satu tempat saja.
  3. Emiten belum banyak melakukan action seperti analyst meetting untuk memperkenalkan perusahaanya ke investor.

Lantas sebagai investor apa yang bisa dilakukan koleksi saham bagus secara kinerja yang harganya sedang jatuh atau cutloss (jual rugi) ?
Tentu ini tergantung keputusan masing-masing 😁

Sekedar mengingatkan bahwa tidak ada harga saham yang turun atau naik terus tanpa batas karena selalu ada ukuran-ukuran secara akuntansi dan psikologi masing-masing investor bagaimana menganggap harga saham ini sudah murah atau sudah mahal.

Informasi terbaru bahwa pemegang saham pengendali dan Presiden Direktu Hotel ini telah mulai membeli saham EAST tanggal 29 Oktober 2019 kemarin di harga Rp 107.
Ini menunjukkan bahwa pengendali sudah sadar bahwa harga sahamnya sudah terlalu murah dan merekalah yang paling tau prospeknya.

Jadi silahkan pertimbangkan masing-masing tentang saham EAST ini yang kebetulan mungkin anda punya juga 😁🙏

Salam
Hari Prabowo

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment