LP3M INVESTA
Suka Duka di Saham IPO

Suka Duka di Saham IPO

SUKA DUKA DI SAHAM IPO

Banyak cerita yg menarik mengenai saham IPO bagi para investor, mereka ada yg happy karena mendapat cuan yg spektakuler dalam jangka pendek, tetapi banyak juga yg mengalami kerugian besar.

Saya mencoba menjelaskan kepada teman2 khususnya member Komunitas Investa (para trader / investor).

Ada 2 hal model saham IPO, yaitu:

  1. Model klasik, dimana saham dijual ke publik oleh penjamin emisi melalui penawaran umum.
    Para investor bisa mendaftar untuk ikut membeli dan penjamin emisi akan mengalokasikan kepada para investor tersebut.
    Dananya langsung masuk ke rekening emiten / perusahaan melalui penjamin emisi saat itu juga.

Penjamin emisi akan bertanggung jawab jika ada saham yg tidak terjual ke publik.

Disini harga setelah penawaran umum dan listing di bursa tergantung dari kekuatan permintaan dan penawaran dibursa secara lazim dan “tidak ada pihak yg menjaga” sehingga bisa naik atau turun secara wajar.

  1. IPO dengan strategik, ini penawaran umum biasa oleh penjamin emisi seperti diatas, namun bedanya disini ada pihak yg “mengolah” harga sedemikian rupa dimana modusnya hampir semua saham yg ditawarkan melalui IPO telah diborong oleh pihak tersebut dengan berbagai nama sehingga memenuhi aturan yg ada.
    Dengan demikian pihak ritel hanya mendapat bagian kecil saja dalam penjatahan oleh penjamin emisi.

Biasanya setelah masuk ke bursa harganya “digoreng” sedemikian rupa sehingga biasanya naik dulu secara drastis pada awal2 perdagangan dan bisa berlangsung beberapa hari.

Disinilah sebetulnya memancing ritel untuk masuk membeli saham tersebut diharga tinggi, dan setelah sahamnya dibeli ritel mayoritas baru pihak yg semula memborong disaat IPO tersebut melepas saham2nya dengan harga yg dikehendaki.
Dengan demikian beralih saham2 tersebut ke ritel dan tidak ada lagi yg “menjaga” harganya
Biasanya harga akan kembali turun secara drastis kembali.

Untuk itulah disarankan jika akan membeli saham IPO kenali benar perusahaannya seperti jenis usahanya, kinerjanya dan siapa2 manajemennya.

Jangan membeli saham hanya melihat sekilas pergerakkannya saja tanpa tau apa dan bagaimana perusahaannya tersebut

Semoga bermanfaat.

Salam
Hari Prabowo.

Hari Prabowo Investa

Ketua LP3M INVESTA

Add comment