LP3M INVESTA

Kenapa Ritel Sering Kalah Dengan Bandar (Big Fund)

Banyak cerita “mengharukan” ketika investor ritel sahamnya nyangkut, mungkin kita juga pernah menjadi salah satu korban bandarmology.

Saya mencoba membuka rahasia bandar dalam transaksi setidaknya buat pengalaman warga Investa untuk lebih hati-hati dalam trading saham.

Bandar itu punya kemampuan;

  1. Secara finansial punya modal yang cukup besar sehingga mampu “menggerakkan” harga saham naik atau turun.
  2. Mereka telah mempelajari suatu saham yang akan dijadikan target “penggorengan”
    seperti jumlah saham yang beredar di publik, nilai kapitalisasi pasar dan bahkan mugkin ke pihak pemegang saham.
  3. Mereka juga mencatat broker-broker yang melakukan transaksi dan menghitung jumlahnya terutama yang nilainya cukup besar.
  4. Telah memahami karakter investor ritel baik manajemen keuangan dan psikologinya.
    Termasuk kemungkinan penggunaaan transaksi margin pendek oleh investor ritel.
  5. Bandar sangat memahami teknikal dan fundamental analisis, sehingga jangan heran kalau bandar sering membalikkan teori analisa.
  6. Bisa jadi Bandar ada “benang merah” dengan emitennya yang bisa “kong kalikong” untuk keuntungan mereka.

Dengan kemunkinan-kemungkinan tersebut di atas maka investor ritel memang sering terjebak dalam permainan bandar.
Maka sebaiknya kenali dulu pola2 transaksi suatu saham sebelum kita masuk.

Ingat di pasar setiap pihak punya jurus-jurus masing-masing ibarat dunia persilatan ada “aliran putih dan aliran hitam”

Sebaiknya bekali kita dengan pengetahuan selain modal yang benar-benar sudah dialokasikan untuk trading / investasi.

Jangan pernah dendam dan emosional karena itu justru akan menjadi bumerang buat diri sendiri.
Biasanya investor yang telah mengalami kerugian besar pinginnya ingin mengembilikan kerugian secepat mungkin, maaf itu salah besar.
Kita harus berpikir rasional dan instropeksi kalau mengalami kesalahan untuk lebih baik kedepan.

Salam
Hari Prabowo

aldi

Capital Market Enthusiast

Add comment