LP3M INVESTA

Suka Duka di Saham IPO

Banyak cerita yang menarik mengenai saham IPO bagi para investor, mereka ada yang happy karena mendapat cuan yang spektakuler dalam jangka pendek, tetapi banyak juga yang mengalami kerugian besar.

Saya mencoba menjelaskan kepada teman- teman khususnya member Komunitas Investa (para trader / investor).

Ada 2 hal model saham IPO, yaitu:

  • Model klasik, dimana saham dijual ke publik oleh penjamin emisi melalui penawaran umum.
    Para investor bisa mendaftar untuk ikut membeli dan penjamin emisi akan mengalokasikan kepada para investor tersebut.
    Dananya langsung masuk ke rekening emiten / perusahaan melalui penjamin emisi saat itu juga.

Penjamin emisi akan bertanggung jawab jika ada saham yang tidak terjual ke publik.

Disini harga setelah penawaran umum dan listing di bursa tergantung dari kekuatan permintaan dan penawaran di bursa secara lazim dan “tidak ada pihak yang menjaga” sehingga bisa naik atau turun secara wajar.

  • IPO dengan strategik, ini penawaran umum biasa oleh penjamin emisi seperti diatas, namun bedanya disini ada pihak yang “mengolah” harga sedemikian rupa dimana modus nya hampir semua saham yang ditawarkan melalui IPO telah diborong oleh pihak tersebut dengan berbagai nama sehingga memenuhi aturan yang ada.
    Dengan demikian pihak ritel hanya mendapat bagian kecil saja dalam penjatahan oleh penjamin emisi.

Biasanya setelah masuk ke bursa harganya “digoreng” sedemikian rupa sehingga biasanya naik dulu secara drastis pada awal-awal perdagangan dan bisa berlangsung beberapa hari.

Disinilah sebetulnya memancing ritel untuk masuk membeli saham tersebut di harga tinggi, dan setelah sahamnya dibeli ritel mayoritas baru pihak yang semula memborong disaat IPO tersebut melepas saham-sahamnya dengan harga yang dikehendaki.
Dengan demikian beralih saham-saham tersebut ke ritel dan tidak ada lagi yang “menjaga” harganya
Biasanya harga akan kembali turun secara drastis kembali.

Untuk itulah disarankan jika akan membeli saham IPO kenali benar perusahaannya seperti jenis usahanya, kinerjanya dan siapa-siapa manajemennya.

Jangan membeli saham hanya melihat sekilas pergerakkannya saja tanpa tau apa dan bagaimana perusahaannya tersebut

Semoga bermanfaat.

Salam
Hari Prabowo.

aldi

Capital Market Enthusiast

Add comment